ekonomi

Daftar Proyek Sukses Di Era Jokowi

Pemerintah memfokuskan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. menurut Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) hingga tahun 2017 , pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla mencatatkan pencapaian dengan menyelesaikan 30 Proyek Strategis Nasional senilai Rp 94,8 triliun.

proyek jokowi
proyek jokowi

Proyek Jokowi

berikut adalah daftar proyek yang telah selesai pada tahun 2016 :

1. Jalan Tol Gempol-Pandaan, Jawa Timur sepanjang 14 km dengan nilai Rp 1,47 triliun
2. Bandara Sentani, Jayapura, Papua dengan nilai Rp 1,47 triliun
3. Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara dengan nilai Rp 1,39 triliun
4. Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu dengan nilai Rp 1,67 triliun
5. Bandara Mutiara, Palu dengan nilai Rp 1,39 triliun
6. Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tenggara dengan nilai Rp 662 miliar
7. Bandara Labuan Bajo, Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai Rp 662 miliar
8. Pengembangan Bandara Soekarno Hatta (Termasuk Terminal 3), Banten dengan nilai Rp 4,7 triliun
9. Pelabuhan Kalibaru, DKI Jakarta dengan nilai Rp 12,0 triliun
10. Pipa Gas Belawan-Sei Mengkei kapasitas 75 mmscfd, Sumatera Utara dengan nilai Rp 1,21 triliun
11. PLBN & SP Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan nilai Rp 152 miliar
12. PLBN & SP Mota’ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai Rp 82 miliar
13. PLBN & SP Motamassin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai Rp 128 miliar
14. PLBN & SP Skouw, Kota Jayapura, Papua dengan nilai Rp 166 miliar
15. Bendungan Paya Seunara, Kota Sabang, Aceh dengan nilai Rp 57 miliar
16. Bendungan Rajui, Kabupaten Pidie, Aceh dengan nilai Rp 138 miliar
17. Bendungan Jatigede, Kota Sumedang, Jawa Barat dengan nilai Rp 4,82 triliun
18. Bendungan Bajulmati, Banyuwangi, Jawa Timur Rp 454 miliar
19. Bendungan Nipah, Madura, Jawa Timur dengan nilai Rp 213 miliar
20. Bendungan Titab, Kabupaten Buleleng, Bali dengan nilai Rp 496 miliar.

adapun 10 proyek infrastruktur yang selesai pada tahun 2017 ,antara lain :

1. Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, Jawa Barat sepanjang 11 km dengan nilai Rp 1,51 triliun‎
2. Jalan Tol Mojokerto-Surabaya, Jawa Timur sepanjang 6,3 km dengan nilai Rp 4,98 triliun
3. Jalan Akses Tanjung Priok, DKI Jakarta sepanjang 16,7 km dengan nilai Rp 6,27 triliun
4. Bandara Raden Inten II, Lampung dengan nilai Rp 1,47 triliun
5. Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East Wilayah Kerja Muara Bakau, Kalimantan Timur dengan nilai Rp 45,5 triliun
6. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dengan nilai Rp 154 miliar
7. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan nilai Rp 131 miliar
8. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai Rp 130 miliar
9. Bendungan Teritip, Kalimantan Timur dengan nilai Rp 262 miliar
10. Pembangunan Saluran Suplesi Daerah Irigasi Umpu Sistem (Way Besai), Lampung dengan nilai Rp 1,07 triliun.

Sumber Anggaran Proyek Jokowi

anggaran proyek jokowi
anggaran proyek jokowi

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sejak awal merencanakan pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh Indonesia. Anggaran pembangunan infrastruktur dalam rencana panjang jangka menengah (RPJMN) 2015-2019 mencapai Rp 4.700 triliun. darimana sumber dana anggaran itu didapat?  anggaran sebesar itu didapat tentunya dari pengalihan subsidi sektor konsumtif dan peningkatan pajak. Dengan peningkatan yang mencapai dua kali lipat tersebut diharapkan nantinya akan memiliki porsi sebesar 25 persen dari APBN. Saat ini sendiri alokasi dana pembangunan infrastruktur dari APBN masih sebesar 10 persen.

Proyek Yang Sukses dan Gagal

Selama Jokowi dan Jusuf Kalla menjabat menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. ada beberapa proyek yang bisa dikatakan telah selesai di bangun, tapi tidak sedikit juga proyek yg belum selesai dan bisa dikatakan gagal.

proyek yang telah sukses dibangun selama masa pemerintahan Jokowi selain 30 proyek yang telah disebutkan tadi, beberapa diantaranya :

  • Jalan

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Jokowi-JK telah membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer (km). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H. Sumadilaga. Pada 2015 terdapat 1.286 km jalan yang baru dibangun. Setahun kemudian, yakni 2016, pemerintah berhasil membangun 559 km. Dan tahun ini telah dibangun 778 km jalan baru. Sehingga total jalan baru yang telah dibangun sepanjang 2.623 km. Sekitar 2.000 km di antaranya merupakan jalan perbatasan yang dibangun di titik-titik terluar dan pelosok negeri.

  • Bendungan

Infrastuktur lain yang mendapatkan perhatian serius Jokowi-JK adalah bendungan. Dalam beberapa tahun pemerintahannya, Jokowi-JK telah merampungkan pembangunan 9 bendungan. Sementara 30 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan sampai tahun ini. Jokowi berharap pemerintahannya bisa membangun 100 bendungan hingga 2019, terdiri dari 70 bendungan baru dan 30 bendungan lanjutan. Bendungan yang telah terbangun dalam tiga tahun terakhir akan menambah luas layanan irigasi waduk, dari semula 761,54 hektar (ha) menjadi 859,62 ha.

Tidak semua proyek pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Jokowi berjalan sukses , beberapa diantaranya juga bisa dikatakan gagal, misalnya :

  1. Pembangunan infrastruktur Tol Laut, bisa dikatakan buruk dan gagal dalam mencapai target 24 lokasi pelabuhan laut sesuai RPJMN. Sangat tidak mungkin bisa mengejar target hanya 1 tahun lagi. Juga target pengurangan atau penurunan harga barang-barang kebutuhan pokok di daerah-daerah terpencil Timur Indonesia dan Indonesia Barat belum dapat dibuktikan pemerintah
  2. Pembangunan infrastruktur perkeretaapian lebih buruk lagi. Sudah 4 tahun memimpin belum mampu merealisasikan target capaian. Terutama di luar Pulau Jawa. Satu parameter pembanding, era Jokowi sudah lebih 4 tahun baru membangun 388 Km jalur KA, sementara era SBY untuk 5 tahun mencapai 922 Km.
  3. Pembangunan infrastruktur perhubungan laut seperti pelabuhan laut internasional dan nasional belum sukses mencapai target. Untuk rencana pembangunan infrastruktur laut tahun 2015-2019, pemerintahan Jokowi menargetkan pembangunan 306 lokasi pelabuhan. Pada 2017,  nyatanya baru mampu membangun 37 lokasi pelabuhan baru. Intinya, pemerintah selama 4 tahun baru mampu merealisasikan target 306 lokasi pelabuhan atau hanya sekitar 50%. Ke depan, waktu tinggal 1 tahun lagi, masih 50% lokasi pelabuhan harus terbangun.
  4.  Gagal Melakukan Pemulihan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus merosot. Capaian pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun pemerintahan Jokowi berada dibawah rata rata pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun sebelum pemerintahan ini. Pada era pemerintahan sebelumnya rata rata pertumbuhan ekonomi berkisar antara 6 hingga 7 persen, namun dalam dua tahun pemerintahan Jokowi pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4,7 sampai dengan 5,2 persen. kegagalan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh realisasi anggaran, dan ekspor yang tidak tercapai.

 

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *